Samarinda merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Timur yang luas
wilayahnya 718 km persegi atau 0,37 persen dari luas keseluruhan
Kalimantan Timur. Terdiri dari sepuluh kecamatan: Samarinda Utara,
Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, Samarinda Seberang, Sungai Kunjang,
Palaran, Sambutan, Sungai Pinang, Samarinda Kota, dan Loa Janan Ilir.
Wilayah Samarinda berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai
Kartanegara. Tambang di Samarinda, Kalimantan Timur, mencangkup 70% dari wilayah tersebut, mencemarkan air, menimbulkan banjir dan kurang memberikan kesejahteraan kepada rkyat dari segi ekonomi. Setiap menit, kapal-kpal berisi gunungn batu bara berlalu di atas Sungai Mahakam yang tercemar, berlayar menuju pembangkit-pembangkit listrik di Cina dan India. Perburuan batu bara yang telah menarik penambang internasional ke Kalimantan Timur telah merusak ibukota provinsi Samarinda, yang beresiko ditelan pertambangan jika eksploitasi deosit mineral itu berkembang lebih jauh. Tambang tersebut telah memaksa desa-des dan sekolah untuk menjauhi longsoran lumpur yang beracun dan sumber-sumber air yang tercemar.
Thursday, 27 November 2014
Sunday, 23 November 2014
10.Lagu Pemanasan Global
My green now lost
Replaced by acid
My cool now leave
Turns into heat
Where is my old earth live?
Where did my green leave?
Man has done nothing wrong
Creating pollution without greening
So, Come on guys!
Planting trees, reduce pollution
To preserve nature, for a sustainable earth
As a gift to our generation later..................
Hijauku kini hilang
Berganti dengan gersang
Sejukku kini pergi
Berubah menjadi panas
Dimanakah bumiku yang dulu tinggal?
Kemanakah hijauku pergi?
Manusia telah berbuat salah
Ciptakan polusi tanpa penghijauan
Ayo, kawan!
Tanam pohon, kurangi polusi
Tuk lestarikan alam, untuk bumi lestari
Sebagai hadiah untuk generasi kita nanti...............
Replaced by acid
My cool now leave
Turns into heat
Where is my old earth live?
Where did my green leave?
Man has done nothing wrong
Creating pollution without greening
So, Come on guys!
Planting trees, reduce pollution
To preserve nature, for a sustainable earth
As a gift to our generation later..................
Hijauku kini hilang
Berganti dengan gersang
Sejukku kini pergi
Berubah menjadi panas
Dimanakah bumiku yang dulu tinggal?
Kemanakah hijauku pergi?
Manusia telah berbuat salah
Ciptakan polusi tanpa penghijauan
Ayo, kawan!
Tanam pohon, kurangi polusi
Tuk lestarikan alam, untuk bumi lestari
Sebagai hadiah untuk generasi kita nanti...............
9. Pendapat Mengenai Studi Kasus 2 "Apa yang Harus Dilakukan Indonesia Untuk Beradaptasi dengan Dampak Ekstrem Pemanasan Global"
The
climate change will be greatly affect the activities of the Indonesian economy.
The government should make policies and immediately act side by side with the
economic actors in Indonesia to overcome the climate changing that exactly
happened to us. We have to find the solution how we are able to adapt to the
climate changes that does not result in
a loss to Indonesia, whose lives are heavily dependent on natural resources
Perubahan
iklim tentu akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan perekonomian Indonesia.
Pemerintah harus membuat kebijakan dan segera bertindak bersamaan dengan
pelaku-pelaku ekonomi di Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim yang sudah
terjadi kepada kita ini. Kita harus mencari solusi bagaimana caranya agar kita
mampu beradaptasi dengan perubahan iklim tersebut sehingga tidak mengakibatkan
kerugian kepada Indonesia, yang hidupnya sangat bergantung pada sumber daya
alam.
8. Pendapat Mengenai Studi Kasus 1 "Dampak Pemanasan Global Tak Bisa Diperbaiki"
Indeed
there are some things that can not be fixed, as well as the impact of climate
change, such as the retreat of glaciers and snow in Alpine, melting of polar
ice, heat waves, rain storms, drought, and other natural disasters in various
regions. However, it does not mean a disaster that can not be repaired makes us
silent and watch the earth is getting destroyed. At least we can minimize or
slow the impact of the case, with a record participation of various parties at
the local level as the vulnerable affected.
Memang ada beberapa hal yang tidak bisa kita
perbaiki, demikian pula dengan dampak dari perubahan iklim, seperti
berkurangnya gletser dan salju di Alpine, mencairnya es di kutub, gelombang
panas, badai hujan, kekeringan, dan beberapa bencana alam lainnya di berbagai
wilayah. Namun, bukan berarti bencana yang tidak bisa diperbaiki tersebut
membuat kita diam saja menonton bumi yang semakin hancur. Setidaknya kita bisa
meminimalisir atau memperlambat dampak yang terjadi, dengan catatan
mengikutsertakan berbagai pihak di tingkat lokal sebagai pihak yang rentan
terkena dampak.
7. Alternatif Untuk Mengantisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut
•
Relocation; This alternative was developed when the economic and environmental
impacts due to sea level rise and flooding so great, so that cultivated area
need to be shifted more away from the coastline. In extreme conditions, in
fact, should be considered to avoid at all areas which have a very high
vulnerability.
•
Accommodation; This alternative is natural changes or adjustments to the risk
of impact that may occur such as reclamation, building elevation or changes in
agriculture into brackish water farming (aquaculture); inundated areas is
inevitable, but is not expected to pose a serious threat to the safety of life,
assets and socio-economic activities and the environment.
•
Protection; This alternative has two possibilities, namely that are hard
structures such as the construction of retaining wave (breakwater) or dams
(seawalls) and which are soft structures such as mangrove revegetation or
stockpiling of sand (beach nourishment). Although tend defensive against
natural changes, this alternative needs to be done carefully by considering the
natural processes that occur in accordance with the principle of "working
with nature"
·
Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak
ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar
sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai.
Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama
sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.
·
Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap
perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi,
peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau
(aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan
tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan
aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.
·
Proteksi ;
alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard
structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul
banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove
atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap
perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap
mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with
nature”
6. Dampak Kenaikan Air Muka Laut
(a) increasing
the frequency and intensity of floods
(b) changes in
ocean currents and the widespread destruction of mangrove
(c) expansion
of sea water intrusion
(d) a threat
to socio-economic activities of coastal communities
(e) the
reduction of the land area
(a)
meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir
(b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove
(c) meluasnya intrusi air laut
(d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir
(e) berkurangnya luas daratan
(b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove
(c) meluasnya intrusi air laut
(d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir
(e) berkurangnya luas daratan
5. Penjelasan Mengenai Dampak Pemanasan Global Bagi Aktivitas Sosial
The impact on
the socio-economic activities of society include:
(a)
interference with the function of coastal areas and coastal cities
(b)
interference with the function of infrastructure and facilities such as roads,
ports and airports
(c) disruption
to the community settlements
(d) a
reduction in the productivity of agricultural land
(e) increased
risk of cancer and outbreaks of disease
Dampak bagi
aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :
(a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai
(b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
(c) gangguan terhadap permukiman penduduk
(d) pengurangan produktivitas lahan pertanian
(e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit
(a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai
(b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
(c) gangguan terhadap permukiman penduduk
(d) pengurangan produktivitas lahan pertanian
(e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit
Subscribe to:
Posts (Atom)
